Terkait Pembangunan Bendungan Raksasa di Wai Apo, Tokoh Adat, Masyarakat Adat Wai Apo dan Kayeli Lakukan Sasi Adat

Maluku Pulau Buru – Tokoh Adat dan Masyarakat Adat Wai Apo dan Kayeli melakukan Sasi Adat Terhadap Proyek Bendungan Raksasa di Wai Apo Pulau Buru Maluku saat Kunjungan Komisi V DPR RI dan PYMM, Raja Pulau Buru Ke XXI, Ungkap. Sami Latubual Anggota DPRD Kab. Buesel.

Arifin Latubual selaku Anggota DPRD Kab.Buru, mengatakan Bahwa Sasi Adat tersebut sebagai bentuk Protes Terhadap Pemerintah Darah kab Buru dan Balai SDA yang belum menyelesaikan Pembayaran Ganti Untung” ujarnya.

Ditambahkan, Dalam berita Acara kesepakatan tahun 2019, “Hak Adat Keluarga Besar Wailua Tamhad Kakuturen Kepada PYMM, Raja Pulau Buru Ke XXI di Jakarta yang telah di sepakati di Kementerian PUPR RI dengan Dirjen SDA, Direktur Bendungan Wilayah Timur, Kepala Balai SDA Maluku dan perangkat,” terangnya.

Terkait hal tersebut, Menteri PUPR telah bertemu dgn PYMM, Raja Pulau Buru Ke XXI di Ruangan Kerja Menteri PUPR RI bulan lalu dan sudah ada komitmen Penyelesaian. Pembayaran di lakukan sesuai Prosudur sebagaimana yang tercantum dalam amanat UU.

PYYM, Raja Pulau Buru telah melakukan kunjungan dan Rapat bersama Dirjen Pengadaan Tanah Kementerian PUPR RI untuk membantu Menteri PUPR RI, Merealisasikan Penyelesaian Pembayaran Ganti Untung Adat Buru yang di gunakan untuk Bendungan Raksasa di Wai Apo.

Masyarakat Adat se Pulau buru dan Kayeli pada umumnya sangat antusias menyambut kedatangan PYMM dan Komisi V DPR RI dalam Kunjungan Spesifikasi atas Permintaan PYMM, Raja Pulau Buru ke XXI untuk meninjau kebenaran Proyek Bendungan Tersebut.

Hal itu di lakukan sebagai Tahapan Proses Penyelesaian Pembayaran, Atas Proyek Nasional, Bendungan Wai Apo, yang perencanaannya belum tuntas, sudah di jalankan oleh Pihak Dirjen SDA, Kepala Balai ADA Maluk dan Direktur Bendungan, Wilayah Timur Kementerian PUP RI, pungkasnya.

Er

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *