Hujan Berkepanjangan, Pedagang Kaki Lima di Bogor Barat Keluhkan Sepi Pembeli
KAB. BOGOR — Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir berdampak langsung terhadap menurunnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kedai dan kaki lima. Sejumlah pedagang terpaksa mengurangi jam berjualan, bahkan memilih tidak berjualan sama sekali karena minimnya pembeli.
Pantauan di sejumlah titik keramaian menunjukkan banyak lapak pedagang yang tutup lebih awal. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah sehingga berdampak pada turunnya daya beli.
Salah seorang pedagang makanan dan gorengan di wilayah Bogor Barat, Ujang (45), mengaku pendapatannya menurun drastis sejak hujan turun hampir setiap hari.
“Kalau hujan dari siang sampai malam, pembeli hampir tidak ada. Biasanya bisa dapat cukup, sekarang paling hanya laku sedikit, bahkan sering rugi,” ujarnya, (23/01).
Hal senada disampaikan Siti (38), pedagang minuman dan jajanan kaki lima. Ia mengatakan hujan deras membuatnya ragu untuk berjualan karena dagangan kerap tidak habis.
“Kalau dipaksakan jualan pas hujan, dagangan sering sisa. Jadi kadang lebih baik tidak buka, walaupun tetap tidak ada pemasukan,” tuturnya.
Selain sepinya pembeli, genangan air di beberapa ruas jalan juga menjadi kendala bagi para pedagang. Akses yang terganggu membuat aktivitas jual beli semakin berkurang.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas ekonomi kembali normal. Mereka juga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, terutama bagi pedagang kecil yang sangat bergantung pada penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.(Mar)



