Garuda KPP-RI Bogor Desak Polresta Ungkap Kasus Andriana Noven

Kota Bogor — Organisasi Garuda KPP-RI Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Bogor Kota, Senin (26/1/2026). Aksi ini menjadi bentuk tekanan publik terhadap aparat penegak hukum yang dinilai gagal menuntaskan kasus pembunuhan Andriana Noven yang telah mengendap selama tujuh tahun tanpa kejelasan hukum.
Dalam aksi tersebut, massa sempat melakukan pelemparan telur ke arah gerbang pintu masuk Mapolresta Bogor Kota. Aksi simbolik itu dilakukan sebagai bentuk luapan kekecewaan atas lambannya penanganan kasus pembunuhan yang hingga kini belum juga terungkap. Pelemparan telur tersebut menjadi penanda protes keras terhadap institusi kepolisian yang dianggap abai terhadap rasa keadilan korban dan keluarganya.
Kasus pembunuhan Andriana Noven sendiri merupakan tindak pidana serius yang merenggut nyawa seorang anak. Namun hingga saat ini, proses penyelidikan dan penyidikan belum menunjukkan kemajuan signifikan, baik terkait penetapan tersangka maupun pengungkapan motif dan pelaku utama. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya komitmen penegakan hukum serta memperpanjang penderitaan keluarga korban.
Ketua Cabang Garuda KPP-RI Kota Bogor, Fathan Kamal Maula, menegaskan bahwa mandeknya penanganan perkara ini merupakan bentuk kegagalan negara dalam menghadirkan keadilan bagi warganya.
“Sudah tujuh tahun kasus ini berjalan tanpa kejelasan. Ini bukan perkara ringan, ini kejahatan terhadap nyawa anak. Ketika aparat tidak mampu menuntaskan, maka wajar jika publik mempertanyakan integritas dan profesionalisme penegakan hukum,” tegas Fathan dalam orasinya.
Ia menambahkan, pembiaran kasus pembunuhan berlarut-larut tanpa kepastian hukum berpotensi menciptakan preseden buruk dan semakin menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Menurutnya, hukum tidak boleh tunduk pada waktu, kelalaian struktural, maupun kepentingan tertentu.
Melalui aksi tersebut, Garuda KPP-RI Kota Bogor menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Kapolresta Bogor Kota untuk segera mengungkap dan menuntaskan kasus pembunuhan Andriana Noven secara profesional, transparan, dan akuntabel. Mereka juga menuntut keterbukaan informasi terkait perkembangan penyidikan kepada publik dan keluarga korban.
Selain itu, massa aksi meminta Polda Jawa Barat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polresta Bogor Kota, serta mendesak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar mengevaluasi kinerja Satreskrim Polresta Bogor Kota dalam menangani perkara tersebut.
Fathan menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk perlawanan sipil terhadap praktik pembiaran hukum. Ia memastikan Garuda KPP-RI Kota Bogor akan terus mengawal kasus Andriana Noven hingga keadilan benar-benar ditegakkan.
“Keadilan tidak boleh dikubur oleh waktu. Negara harus hadir dan bertanggung jawab. Kasus Andriana Noven harus diungkap, bukan diabaikan,” pungkasnya.(Surya Sp)



