BerandaHeadline

Pemberitaan Dinilai Merugikan, Ponpes Nurul Iman Al Hasanah Buka Suara Soal Kasus EIS

KAB. BOGOR, LEUWILIANG – Pemberitaan yang dinilai memfitnah Pondok Pesantren Nurul Iman Alhasanah terkait kejadian intimidasi, penyekapan, pengancaman menggunakan senjata tajam, hingga pengambilan barang pribadi EIS secara paksa dibantah oleh pihak yayasan. Pengurus ponpes menilai berita yang tayang dan beredar telah merugikan nama baik lembaga pendidikan Ponpes Nurul Iman Al Hasanah.

Pihak ponpes sendiri tidak membantah adanya peristiwa kekerasan terhadap EIS Namun bukan oleh pihak ponpes akan tetapi oleh pihak keluarga korban karena pihak keluarga korban merasa kesal terhadap EIS, untuk persoalan terkait kejadian ini sebenarnya antara EIS dan Kedua Korban oleh pihak ponpes dan bahkan pihak ponpes sudah beberapa kali mengupayakan penyelesaian melalui jalur mediasi antara kedua belah pihak.(19/05)

“Piihak kami sudah melakukan upaya pertanggungjawaban dan mediasi. Sayangnya pihak kedua korban tetap berharap agar pelaku (EIS) diproses hingga dipenjara,” ujar pihak ponpes.

Selain itu, pihak ponpes juga membantah tuduhan bahwa pihak yayasan maupun pengurus melakukan intimidasi, penyekapan, pengancaman menggunakan senjata tajam perampasan barang milik EIS. Menurut keterangan pihak ponpes memang sementara mengambil satu unit HP milik EIS namun tidak untuk disita melainkan meminta secara baik baik dengan tujuan untuk mengambil uang yang masih dipegang oleh EIS selaku pengurus koperasi dan setelah selesai memindakan uang tersebut HP yang bersangkutan dikembalikan

Sementara terkait laptop yang disebut hilang atau dirampas, pihak ponpes menegaskan bahwa barang tersebut bukan diambil oleh pihak pesantren, melainkan dibawa oleh keluarga korban.

“HP sudah kami kembalikan kepada EIS,
Untuk laptop itu bukan diambil oleh pihak ponpes, melainkan dibawa oleh pihak keluarga korban,” jelas pihak yayasan.

Tak hanya itu, pihak pesantren juga menyanggah adanya dugaan penyekapan terhadap EIS sebagaimana yang ramai diberitakan. Pengurus menegaskan bahwa tidak pernah ada tindakan penyekapan di lingkungan pondok pesantren.

Ketua Yayasan Muhammad Rifki Prawira Negara mengatakan pihaknya siap menjelaskan secara rinci kronologi kejadian yang sebenarnya kepada orangtua santri ataupun masyarakat luas jika ada yang meminta kejelasan soal pemberitaan yang tersebar dengan narasi yang bertujuan untuk memfitnah.

“Dengan adanya berita Fitnah ini tentunya sangat merugikan pihak kami, Banyak orangtua santri jadi merasa was was terhadap anaknya dan yang baru mendaftar mereka tidak kembali akibat dampak dari pemberitaan tersebut

“Kami berharap masyarakat dapat menerima informasi secara berimbang dan tidak langsung menyimpulkan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. Kami juga terbuka untuk menjelaskan kronologi secara utuh,” ungkapnya.

Pihak yayasan berharap persoalan tersebut tidak lagi berkembang menjadi opini yang dapat merusak citra pondok pesantren maupun mengganggu aktivitas pendidikan para santri lainnya.(Mar)

About Author

Berita terkait

Back to top button