Jemaah Membludak di Kegiatan Pengajian Akbar, Diduga Minim Pengamanan Sebabkan Insiden Berdesakan
KAB.BOGOR, LEUWILIANG – Membludaknya jumlah jemaah yang ingin menghadiri kajian akbar bersama Ustadzah Fatimah Alaydrus di SBS Premiere Venue diduga tidak diimbangi dengan kesiapan pengamanan dan pengaturan arus masuk dari pihak penyelenggara. Antusiasme tinggi masyarakat dari berbagai wilayah Jabodetabek membuat lokasi kegiatan dipadati ribuan jemaah sejak pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapasitas gedung telah penuh sebelum seluruh jemaah berhasil memasuki lokasi. Namun, jemaah yang datang belakangan tetap berusaha masuk ke dalam gedung, sehingga terjadi kepadatan dan desak-desakan di pintu masuk. (24/07)
Dalam insiden tersebut, seorang jemaah diduga menjadi korban setelah terdorong oleh kerumunan. Korban yang datang bersama keluarganya disebut sempat membentur pintu gedung, kemudian pingsan dan terjatuh. Dalam kondisi tersebut, korban diduga terinjak oleh jemaah lain yang masih berusaha memasuki area kegiatan.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan di sekitar pintu masuk. Sejumlah jemaah berusaha memberikan pertolongan sebelum korban akhirnya dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu, berdasarkan keterangan pihak RSUD Moh. Noh Nur, terdapat dua korban yang dibawa ke rumah sakit. Satu orang mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang, sedangkan satu korban lainnya dinyatakan Dead on Arrival (DOA) atau meninggal dunia saat tiba di rumah sakit karena telah meninggal dalam perjalanan. Pihak rumah sakit tidak memberikan identitas korban dengan alasan kerahasiaan data pasien.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara mengenai evaluasi pengamanan maupun penyebab pasti terjadinya insiden tersebut. Penyebab dan kronologi lengkap masih menunggu hasil penyelidikan serta penjelasan dari pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara kegiatan yang berpotensi menghadirkan massa dalam jumlah besar, agar aspek keselamatan, kapasitas lokasi, jalur evakuasi, serta pengamanan dapat dipersiapkan secara maksimal guna mencegah kejadian serupa terulang.(Mar)