Dari Cigudeg untuk Bogor: Kritik Keras atas Lambannya Layanan Saat Bencana

KAB.BOGOR, CIGUDEG – Kerap Tertinggal Jarak Kekecewaan kembali disuarakan warga Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Jarak yang terlalu jauh dengan pusat pelayanan publik di Cibinong dinilai menjadi persoalan lama yang tak kunjung selesai.
Aa Permanen, warga Cigudeg, mengaku jengkel melihat lambannya respons layanan pemerintah saat dibutuhkan masyarakat, terutama ketika bencana terjadi.
“Ini alasan kalau Bogor Barat harus segera mekar. Kalau lagi bencana, BPBD lama nyampe,” ujar Aa, Sabtu (18/4/2026).
Ia menyindir kondisi tersebut bak adegan film Bollywood, saat polisi datang ketika semua sudah selesai.
Sindiran itu menggambarkan keresahan warga yang merasa sering berjuang sendiri di tengah kondisi darurat.
Menurut warga, persoalan utama bukan semata petugas yang lambat, melainkan luasnya wilayah Kabupaten Bogor dan jauhnya rentang kendali pelayanan ke kawasan barat.
Akibatnya, masyarakat di wilayah Cigudeg, Jasinga, Nanggung hingga Sukajaya kerap merasa berada di pinggiran perhatian.
Wacana pemekaran Bogor Barat pun kembali mencuat. Bagi warga, pemekaran bukan sekadar soal wilayah administratif, melainkan kebutuhan nyata agar pelayanan publik, penanganan bencana, kesehatan, hingga infrastruktur bisa lebih cepat dan dekat.
Saat banjir datang, jembatan putus, jalan rusak, atau longsor terjadi, warga tak butuh janji panjang.
Mereka hanya ingin negara hadir tepat waktu, bukan datang saat semuanya sudah menjadi cerita.***



